Skip to main content

teruntuk perempuan hebat

tulisan ini untuk pahlawan perempuan dimanapun yang telah berjuang. hari ini perempuan "boleh" menulis, membaca atau mengeyam pendidikan tinggi dan jauh, ada banyak sekali beasiswa yang diberikan kepada perempuan agar bisa mengejar cita-citanya bukan hanya sekedar menjadi ibu rumah tangga. tapi semua ini tidak bisa disimpulkan bahwa perempuan dan laki-laki sudah setara, perempuan belum terlepas dari penderitaanya. Siapa yang tidak mengenal Ibu RA Kartini pahlawan perempuan yang memperjuangkan hak untuk bebas dari pingitan dan kungkungan adat. mungkin nama pahlawan yang satu ini jarang terdengar, Ibu HJ Rangkayo Rasuna Said. beliau memperjuangkan hak perempuan khusunya di bidang pendidikan dan politik, beliau perempuan pertama yang di bui oleh Kolonial Belanda dengan tuduhan ujaran kebencian karena pidatonya. RA Kartini dan HJ Rangkayo, 2 perempuan dari jutaan perempuan yang sama-sama memperjuangkan hak-hak perempuan. saya yakin banyak sekali tulisan pahlawan perempuan yang dilupakan atau sengaja dihilangkan, pernikahan diwajibkan diusia muda, mengasuh anak dibebankan.
jika ada kehidupan setelah kematian, surga sudah menjadi tempatmu. jika tidak ada kehidupan setelah kematian, kami disini akan menjadi salah satu perempuan yang akan mengingat gagasan, karya-karya, serta memberikan semangat keadilan bagi sesama untuk meneruskan perjuanganmu.

Comments