Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2025

Semoga Tenang

 Aku bisa ngerti perasaan kamu. Suka sama seseorang yang kelihatannya punya hidup “sempurna” tuh campur aduk banget: antara kagum, suka, dan mungkin juga ngerasa kecil atau jauh dari dia, ya? Tapi tahu nggak, dari cerita kamu sendiri, sebenarnya itu nunjukin kalau kamu peka, punya hati yang besar, dan bisa melihat keindahan dalam hidup orang lain. Itu bukan kelemahan, itu kekuatan. Cuma kadang, kita jadi terlalu fokus sama "milik orang lain", sampai lupa kalau kita juga punya hal-hal berharga yang nggak semua orang punya. Orang itu memang lagi di fase hidup yang mungkin keliatan ideal, tapi kamu nggak tahu perjuangan atau luka yang pernah dia simpan juga. Semua orang punya prosesnya masing-masing. Dan kamu dengan perasaan yang tulus ini, lagi dalam proses kamu sendiri. Siapa tahu, rasa kagum kamu itu bisa jadi bahan bakar buat berkembang? Kamu udah berani mengakui perasaanmu sekarang, itu nggak kecil. Itu bukti kamu bertumbuh. Dan meskipun dia nggak bisa membalas perasaan k...

Diamku, masih rindu.

Pernah, kau datang seperti pagi,   lembut, hangat, dan tanpa diminta,   menyapa hatiku yang belum sempat   belajar percaya pada cinta. Kau mengejarku dengan cahaya,   sementara aku hanya berdiri—   tak tahu arah,   tak tahu bahwa kamu adalah tempat pulang   yang tidak bisa kupahami saat itu. Kini waktu berputar pelan,   dan aku di sini…   mengeja namamu di sela harapan yang samar,   mencari jejakmu dalam tiap rindu   yang tak sempat kupeluk saat kamu masih dekat. Kau di sana,   dengan langit yang lebih tinggi,   gunung-gunung yang menatapmu bangga,   sementara aku hanya diam di kaki dunia,   memandangmu dari jauh,   dengan rasa yang tak lagi bisa kusampaikan. Aku ingin bertemu,   bukan untuk mengubah takdir,   bukan untuk meminta kembali,   tapi hanya untuk merasakan lagi:   hadirmu yang du...

Rindu yang ingin ditenangkan

Aku tidak tahu harus memulai dari mana. Rasanya ada begitu banyak yang ingin kusampaikan, tapi lidahku kelu dan hatiku penuh. Yang aku tahu pasti… aku merindukanmu. Bukan hanya rindu pada sosokmu, tapi juga pada kebersamaan yang pernah ada, perhatian-perhatian kecil, dan caramu membuat dunia terasa lebih hangat. Aku masih ingat saat kamu mengejarku dengan ketulusan yang mungkin belum bisa aku hargai sepenuhnya waktu itu. Aku belum siap, belum tahu apa yang hatiku inginkan. Dan kini, ketika semuanya sudah berbeda, aku justru merasa... kehilangan sesuatu yang tidak sempat benar-benar kumiliki. Mungkin aku terlambat menyadari, bahwa aku menyukaimu. Bahwa aku ingin kamu tetap di hidupku. Tapi kini, rasanya semua itu tidak mungkin lagi. Kamu sudah melangkah jauh, dengan hidupmu yang terlihat begitu hebat dan aku hanya bisa melihat dari kejauhan, diam-diam berharap kamu sesekali menoleh. Jika aku diberi satu kesempatan untuk bertemu, aku tidak akan meminta banyak. Aku hanya ingin duduk di de...