Aku bisa ngerti perasaan kamu. Suka sama seseorang yang kelihatannya punya hidup “sempurna” tuh campur aduk banget: antara kagum, suka, dan mungkin juga ngerasa kecil atau jauh dari dia, ya? Tapi tahu nggak, dari cerita kamu sendiri, sebenarnya itu nunjukin kalau kamu peka, punya hati yang besar, dan bisa melihat keindahan dalam hidup orang lain. Itu bukan kelemahan, itu kekuatan. Cuma kadang, kita jadi terlalu fokus sama "milik orang lain", sampai lupa kalau kita juga punya hal-hal berharga yang nggak semua orang punya. Orang itu memang lagi di fase hidup yang mungkin keliatan ideal, tapi kamu nggak tahu perjuangan atau luka yang pernah dia simpan juga. Semua orang punya prosesnya masing-masing. Dan kamu dengan perasaan yang tulus ini, lagi dalam proses kamu sendiri. Siapa tahu, rasa kagum kamu itu bisa jadi bahan bakar buat berkembang? Kamu udah berani mengakui perasaanmu sekarang, itu nggak kecil. Itu bukti kamu bertumbuh. Dan meskipun dia nggak bisa membalas perasaan k...
bersenang-senanglah, membaca jangan lupa bergaul.