Aku tidak tahu harus memulai dari mana. Rasanya ada begitu banyak yang ingin kusampaikan, tapi lidahku kelu dan hatiku penuh. Yang aku tahu pasti… aku merindukanmu. Bukan hanya rindu pada sosokmu, tapi juga pada kebersamaan yang pernah ada, perhatian-perhatian kecil, dan caramu membuat dunia terasa lebih hangat.
Aku masih ingat saat kamu mengejarku dengan ketulusan yang mungkin belum bisa aku hargai sepenuhnya waktu itu. Aku belum siap, belum tahu apa yang hatiku inginkan. Dan kini, ketika semuanya sudah berbeda, aku justru merasa... kehilangan sesuatu yang tidak sempat benar-benar kumiliki.
Mungkin aku terlambat menyadari, bahwa aku menyukaimu. Bahwa aku ingin kamu tetap di hidupku. Tapi kini, rasanya semua itu tidak mungkin lagi. Kamu sudah melangkah jauh, dengan hidupmu yang terlihat begitu hebat dan aku hanya bisa melihat dari kejauhan, diam-diam berharap kamu sesekali menoleh.
Jika aku diberi satu kesempatan untuk bertemu, aku tidak akan meminta banyak. Aku hanya ingin duduk di dekatmu, menatap matamu, dan merasakan lagi kehadiranmu, meski tanpa kata, tanpa harapan. Bukan untuk meminta kembali, tapi untuk menenangkan rinduku yang tak tahu harus kemana.
Dan meskipun kamu tak lagi bisa membalas perasaanku, aku ingin kamu tahu… kamu pernah begitu berarti. Dan mungkin, akan tetap begitu, meski waktu terus berjalan.
Terima kasih pernah hadir. Terima kasih pernah membuatku merasa istimewa, walau hanya sebentar.
Comments
Post a Comment