Kadang aku bertanya, ini hanya kecelakaan tata kelola negara yang salah urus, atau justru sebuah desain sosial yang dibangun dengan penuh kesadaran? Mengapa bekerja penuh waktu tak selalu cukup untuk hidup dengan layak? Mengapa upah yang diterima di akhir bulan sering kali sudah habis sebelum bulan itu benar-benar selesai? Di tengah celah itu, pinjaman online datang menawarkan pertolongan. Cepat, mudah, tanpa banyak pertanyaan. Bagi sebagian orang, ia bukan lagi pilihan, melainkan instrumen esensial untuk menyambung nyawa. Pinjaman online menjadi alat tambal kelangsungan hidup, tempat orang mencari napas tambahan saat penghasilan tak lagi mampu mengejar kebutuhan. Ia menjelma seperti subsidi swasta— mengompensasi sesuatu yang seharusnya dijamin oleh sistem. Ironisnya, yang seharusnya menjadi jalan darurat perlahan berubah menjadi bagian dari rutinitas. Bukan karena masyarakat menyukai utang, tetapi karena hidup semakin mahal, sementara daya beli semakin rapuh. Dan di situlah pertanyaan...
bersenang-senanglah, membaca jangan lupa bergaul.