Mungkin, setelah sekian lama, yang sebenarnya aku butuhkan bukan menjadi seseorang yang lebih hebat, lebih sukses, atau lebih cepat dari siapa pun. Mungkin aku hanya perlu berhenti merasa bahwa diriku selalu kurang. Terlalu lama aku menjalani hari dengan suara yang keras di kepala sendiri, menghardik setiap kesalahan, meragukan setiap langkah, dan mengecilkan pencapaian hanya karena merasa masih belum menjadi cukup baik.
Padahal, hidup bukan perlombaan yang mengharuskanku sampai lebih dulu. Ada hal-hal yang memang membutuhkan waktu, ada jalan yang harus ditempuh perlahan, dan ada masa ketika satu-satunya hal yang bisa dilakukan hanyalah bertahan. Mungkin tidak semua hari harus produktif, tidak semua langkah harus menghasilkan sesuatu, dan tidak semua perjalanan harus segera memiliki tujuan.
Aku ingin belajar kembali menikmati hal-hal sederhana. Menikmati pagi tanpa terburu-buru, mengagumi senja tanpa harus mencari alasan, tertawa tanpa merasa bersalah, dan menaruh harapan pada hal-hal kecil yang mungkin terlihat sepele bagi orang lain. Aku ingin kembali bermimpi, bukan karena aku sudah tahu bagaimana semuanya akan terjadi, tetapi karena rasanya menyenangkan memiliki sesuatu yang ingin ditunggu.
Aku juga ingin belajar menerima diriku yang sekarang. Diriku yang masih bertumbuh, masih belajar, masih sering salah, masih takut pada banyak hal, dan terkadang masih kehilangan arah. Mungkin aku tidak harus selalu tahu akan menjadi siapa. Mungkin untuk sekarang, cukup dengan terus berjalan dan memberi kesempatan kepada diriku sendiri untuk menemukan jawabannya.
Sudah terlalu lama aku memperlakukan diriku seperti seseorang yang harus terus diperbaiki. Kali ini, aku ingin mencoba melihat diriku sebagai seseorang yang juga pantas disayangi, diapresiasi, dan dibanggakan. Bukan karena semuanya sudah sempurna, tetapi karena aku sudah berhasil melewati begitu banyak hal yang dulu kukira tidak akan mampu kulewati.
Jadi, mungkin sekarang waktunya hidup sedikit lebih bahagia. Bukan menunggu sampai semuanya baik-baik saja, bukan menunggu sampai aku menjadi versi terbaik dari diriku, tetapi mulai menikmati kehidupan yang sedang ada di hadapanku. Karena mungkin, pulang kepada diri sendiri bukan tentang menemukan siapa aku sebenarnya, melainkan berhenti memusuhi diri sendiri dan akhirnya memilih untuk hidup dengan lebih lembut.
Comments
Post a Comment