Hari ini matahari terasa lebih indah, indah untuk disimpan kenangan manis agar jika esok hari aku menangis, aku akan membaca ini kembali betapa bahagianya diriku mengenalmu.
jika ada kata-kata bijak dari Mark Twain " jangan kau bangunkan perempuan yang sedang dilanda cinta. biarkan dia larut dalam mimpi manis, agar tak menangis saat menghadapi fakta yang ternyata pahit" mungkin ini waktuya aku tertidur dengan mimpi manis itu tanpa ada seorang yang berani membangunkanku.
Tidur dalam mimpi dan aku tau aku tak sendiri, ku nikmati tiap detik dengan namamu dihati. tunduk hati pada setia. daya pikat yang kau punya sungguh sungguh ingin ku hindari di awal pertemuan kita. kamu telah keliru meyangangiku beda dengan ku yang yakin. Aku tak mungkin menolakmu, aku juga tidak mungkin mengada-ada perasaan ini terlebih aku sudah mengucapan 'I love you' pertama kali pada mu. Betapa indah mimpi ini.
Aku menulis dari titik yang tidak sepenuhnya terang, tapi cukup hangat untuk membuatku percaya bahwa melangkah masih mungkin; aku datang membawa ragu, rasa tertinggal, dan pertanyaan yang belum punya jawaban. Hari ini aku memilih diriku sendiri, bukan dengan keputusan besar yang menggelegar, melainkan dengan langkah kecil yang jujur, menyiapkan alat, menata harapan, dan berkata pelan bahwa aku layak mencoba lagi. Aku tidak menghapus masa yang bingung; aku menggendongnya, membawa semua versi diriku yang takut, capek, dan hampir menyerah, lalu tetap berjalan. Waktu berlalu, dan setahun kemudian aku kembali membaca kata-kata ini dengan senyum yang lebih tenang, ingin mengucap terima kasih karena ternyata bertahan saja sudah cukup untuk mengubah banyak hal. Tidak semua mimpi langsung tercapai, masih ada hari ragu dan lelah, tetapi aku tidak lagi memusuhi diriku sendiri; aku belajar bahwa takut bukan tanda salah jalan, melainkan tanda aku peduli. Alat yang dulu kupilih deng...
Comments
Post a Comment