Malam ini tiba-tiba saja aku terbangun dari tidur lelapku, tidak biasanya aku bangun di tengah malam seperti ini. Aku pun mencoba untuk tidur kembali namun tidak bisa. entah karena apa rasanya diri ini ingin sekali menangis aku merasa terlalu banyak halangan serta rintangan yang harus dihadapi. Aku merasa hari demi hari beban kehidupan ini semakin berat dan aku ingin sekali menyerah Aku sudah tak sanggup lagi menanggung beban hidup seperti ini. Aku sudah lelah namun disaat sebuah keputusasaan mulai datang tiba-tiba saja bayangan cita-cita selalu memenuhi isi kepalaku dan akhirnya aku mulai tersadar bahwa aku masih memiliki cita-cita yang memang harus diwujudkan. Oleh karena itu aku tidak boleh menyerah begitu saja aku harus bangkit, aku juga harus yakin aku pasti bisa dan mampu mewujudkan cita-cita ku. Terlepas Bagaimana Allah memberikan jalannya padaku.
Aku menulis dari titik yang tidak sepenuhnya terang, tapi cukup hangat untuk membuatku percaya bahwa melangkah masih mungkin; aku datang membawa ragu, rasa tertinggal, dan pertanyaan yang belum punya jawaban. Hari ini aku memilih diriku sendiri, bukan dengan keputusan besar yang menggelegar, melainkan dengan langkah kecil yang jujur, menyiapkan alat, menata harapan, dan berkata pelan bahwa aku layak mencoba lagi. Aku tidak menghapus masa yang bingung; aku menggendongnya, membawa semua versi diriku yang takut, capek, dan hampir menyerah, lalu tetap berjalan. Waktu berlalu, dan setahun kemudian aku kembali membaca kata-kata ini dengan senyum yang lebih tenang, ingin mengucap terima kasih karena ternyata bertahan saja sudah cukup untuk mengubah banyak hal. Tidak semua mimpi langsung tercapai, masih ada hari ragu dan lelah, tetapi aku tidak lagi memusuhi diriku sendiri; aku belajar bahwa takut bukan tanda salah jalan, melainkan tanda aku peduli. Alat yang dulu kupilih deng...
Comments
Post a Comment