Skip to main content

17 Maret 2022

 hari ini aku bener bener ngerasain yang namanya lost atas kendali dalam diri ini. 

dari kemarin malem, mungkin sampe besok malem aku izin dibeberapa kegiatan yang aku ikutin. 

sebenernya ini akumulasi emosi yang terpendam sih kayanya. mungkin beberapa hari yang lalu aku terlalu memedam semua perasaan yang terjadi dalam diri ini sampai akhirnya semua telat untuk dikeluarkan. 

saat ini aku ada diposisi mau nangis udah ga bisa tapi dada ini sakit, otak ini pusing yang teramat gitu (aku gabisa jelasin detailnya gimana). 

tapi secara fisik aku merasa baik baik aja, kalo ketemu orang, online meeting sama orang lain aku biasa aja ngobrol, tidak ada hal yang menunjukan bahwa diri ini sedang tidak baik baik saja. tapi pada saat yang bersamaan didalam tubuh ini merasa sakit aja gitu. jadi kaya ada batas antara internal tubuh aku dengan perilaku eksternal aku ke publik dan semua itu sangat berbeda. 

keadaan ini buruk sih menurut aku, karena dapat merusak dari dalam. aku udah coba berbagai cara untuk mengeluarkan emosi itu tapi sepertinya sudah telat dan emosi negetifnya pun sudah terakumulasi dari segala segi problematika yang ada. 

mungkin ada beberapa hal yang perlu aku benahi dulu dalam diri ini. 

mungkin saya butuh ruang sendiri untuk berbicara apa yang diinginkan oleh tubuh ini. 

karena benar apa yang saya baca diigoogle bahwa semua manusia berpeluang untuk menyakiti tanpa terkecuali. 

Comments

Popular posts from this blog

Aku yang Bertahan, Aku yang Melanjutkan

Aku menulis dari titik yang tidak sepenuhnya terang, tapi cukup hangat untuk membuatku percaya bahwa melangkah masih mungkin; aku datang membawa ragu, rasa tertinggal, dan pertanyaan yang belum punya jawaban.  Hari ini aku memilih diriku sendiri, bukan dengan keputusan besar yang menggelegar, melainkan dengan langkah kecil yang jujur, menyiapkan alat, menata harapan, dan berkata pelan bahwa aku layak mencoba lagi. Aku tidak menghapus masa yang bingung; aku menggendongnya, membawa semua versi diriku yang takut, capek, dan hampir menyerah, lalu tetap berjalan.  Waktu berlalu, dan setahun kemudian aku kembali membaca kata-kata ini dengan senyum yang lebih tenang, ingin mengucap terima kasih karena ternyata bertahan saja sudah cukup untuk mengubah banyak hal.  Tidak semua mimpi langsung tercapai, masih ada hari ragu dan lelah, tetapi aku tidak lagi memusuhi diriku sendiri; aku belajar bahwa takut bukan tanda salah jalan, melainkan tanda aku peduli. Alat yang dulu kupilih deng...

Diamku, masih rindu.

Pernah, kau datang seperti pagi,   lembut, hangat, dan tanpa diminta,   menyapa hatiku yang belum sempat   belajar percaya pada cinta. Kau mengejarku dengan cahaya,   sementara aku hanya berdiri—   tak tahu arah,   tak tahu bahwa kamu adalah tempat pulang   yang tidak bisa kupahami saat itu. Kini waktu berputar pelan,   dan aku di sini…   mengeja namamu di sela harapan yang samar,   mencari jejakmu dalam tiap rindu   yang tak sempat kupeluk saat kamu masih dekat. Kau di sana,   dengan langit yang lebih tinggi,   gunung-gunung yang menatapmu bangga,   sementara aku hanya diam di kaki dunia,   memandangmu dari jauh,   dengan rasa yang tak lagi bisa kusampaikan. Aku ingin bertemu,   bukan untuk mengubah takdir,   bukan untuk meminta kembali,   tapi hanya untuk merasakan lagi:   hadirmu yang du...

Tentang Jeda

 Tiba-tiba ingin deep talk sama dia, ehh ternyata dia nanggapi. aku bilang ke dia kalo aku "i feel tired and more sensitive lately". terus dia jawab: "you're tired of your expectations being too high. focus on you i've said many times". abis itu aku langsung diam dan langsung mikir kaya oh iya ternyata expectations aku yang terlalu berlebihan dan itu yang buat aku kecewa.  Bukankah komitmen itu palsu, sefrekuensi juga sementara. semua bisa pergi, bahkan setelah mereka berjanji ya begitulah dunia yang datang akan tetap pergi. memang tidak semua orang perlu tahu tentang luka kita, beberapa hanya penasaran dimana letaknya, hanya untuk menaruh garam dan menyayatnya lebih dalam.  Mencari tempat untuk sembuh itu boleh tapi hati hati. Seindah apapun huruf terukir serapih apapun aksara tersusun tetap tidak bermakna jika tidak kau beri jeda. Tetap akan sulit dimengerti jika tidak dihiasi spasi. biar ku katakan sekali lagi tentang jeda, tentang spasi yang mudah dipaha...