Aku perlu waktu untuk mendalami diri sendiri, memahami arah dan tuju, serta mencintai diri sendiri.
Aku belajar untuk tidak menyesali apa yang terjadi dalam hidup ku, pertemuan serta perpisahan semua aku terima dengan lapang dada, pilu dan sendu aku nikmati dengan suka cita, luka dan lara aku peluk erat agar luluh dalam damai, berikutnya aku harus mampu lebih menghargai dan mengerti maksud alam semesta. Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini, semua sudah Tuhan rancang sebaik mungkin, kadang aku saja yang salah mengartikan, aku saja yang kurang bersyukur, hari ini aku semakin tersadar tidak ada hal yang sepatutnya aku sesali adanya dan tidak ada yang perlu disalahkan, sebab akhirnya tidak ada kemenangan dan kekalahan yang sejati, tidak ada pula kesuksesan dan kegagalan yang kekal.
Hari demi hari berlalu, satu persatu ku tata kembali hari dan diri. Kesempatan demi kesempatan ku yakin akan datang kembali dan aku berjanji akan menghadapi dengan sebaik dan sedewasa mungkin. Sembari aku mengenali mampu, batas dan mau ku.
Aku sudah lega, hari ini aku sudah melepas satu persatu ikatan yang terlalu kuat pada orang atau hal lain, aku sudah mulai meredakan harapan dan sesal yang berlebihan, yang nyatanya itu sangat mengganggu dan menyakiti ku. Hari ini, hari yang ku tunggu dimana aku bisa belajar menerima semua yang terjadi sebagai bentuk pengalaman yang membentuk ku untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi kelak.
Comments
Post a Comment